Hujan Es Turun di Enrekang, Warga Heboh!

Kronologi, Enrekang – Warga Desa Bonto Malangga, Kelurahan Bangkala, Kabupaten Erekang, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan hujan es yang terjadi pada Senin (25/2/2019) sekitar pukul 15.20 Wita.

Kejadian ini heboh bahkan viral di media sosial Facebook setelah warganet mengabadikan kemudian memposting kejadian langka tersebut.

Dalam video yang diunggah sejumlah akun media sosial itu, tampak es sebesar kerikil turun disertai hujan deras dan angin kencang.

“Hujan es batu di Enrekang tepatnya di Maroangin,” tulis Nur Hidaya di akun Facebooknya.

Dilaporkan dalam peristiwa ini merusak sejunlah rumah warga setempat.

“Betul kanda banyak juga Rumah rusak akibat angin puting beliung,” tulis Nur Hidaya lagi menanggapi pertanyaan warganet lainnya.

Belum ada konfirmasi dari pihak Balai Besar Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait fenomena hujan es ini. Plt Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Joharman saat dihubungi belum memberikan penjelasan.

Baznas Enrekang Berikan Bantuan Kepada Korban Angin Puting Beliung Untuk Tiga Desa di Kecamatan Maiwa

      MataKita.co, Enrekang – Musibah Angin Puting Beliung yang terjadi di beberapa desa  kecamatan Maiwa hari ini mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat (BAZNAS) Enrekang yang bekerjasama Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Enrekang. Jum’at (15/02/2019)

       Ketiga desa yang terdampak angin puting beliung tersebut diantaranya adalah Kelurahan Bangkala, Desa Botto Mallangga, serta desa mangkawani, dari data yang diperoleh Baznas Enrekang ada 25 Keluarga yang terkena dampak bencana tersebut, nilai total bantuan yang diserahkan oleh Pemerintah Daerah melalui Baznas Enrekang adalah 42 Juta Rupiah.

       Nampak terlihat dalam penyerahan tersebut adalah Pimpinan Baznas Enrekang Baharuddin didampingi pengurus UPZ Hamdan dan Agus juga hadir Kepala Kelurahan Bangkala Andi Dewan serta keluarga korban yang terkena dampal paling parah dalam musibah tersebut adalah Abu Bakar yang berasal dari Kelurahan Bangkala.

Saat dikonfirmasi Pimpinan Baznas Enrekang Baharuddin mengatakan Bahwa pemerintah melalui Baznas Enrekang selalu hadir bentuk duka cita yang mendalam atas musibah yang mnimpa warga kecamatan maiwa dimana Baznas dan BPBD Enrekang senantiasa berkolaborasi dan sigap memberikan bantuan kepada setiap warga yang membutuhkan, setiap kali ada kejadian Bencana.” Ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk turut  serta membantu meringankan beban para korban puting Beliung di maiwa, Salah satu cara menolak bala bencana  adalah banyak bersedekah atau berzakat karena itu  mewujudkan negeri toyyibatun warabbul Ghafur adalah senantiasa membayar zakat.  pemungutan zakat tidak hanya terbatas kepada ASN tapi semua kalangan yang memang sudah layak mengeluarkan zakat seperti pengusaha, kontraktor serta para petani yang sudah berhasil dan cukup bayar zakat.

“Yang kami berikan ini mungkin tidak sampai menjangkau seluruh yang  tetdampak,   inilah kemampuan kami, kerjasama dan partisipasi tolong menolong bantu membantu (Tobana) sebagai filosofi orang massenrempulu enrekang.” Tukasnya.